Selamat Bergabung Kawan

Kawan yang Mulia

Kita manusia laksana ibarat penumpang yang sedang berada dalam sebuah Pesawat Terbang Super Canggih bernama "Dunia Air" yang sementara terbang dengan sangat cepat menuju tempat tujuan kita sesungguhnya bernama Kota Akhirat.

Oleh karena itu, mari kembali memeriksa perbekalan yang kita sebelum sampai ke tempat tujuan. Apa-apa yang telah kita persiapkan untuk hidup dan tinggal selama-lamanya di Kota Akhirat.

Ah, Kawan, saya tidak sedang bersenda gurau atau bermain-main. Justru saya sangat serius, yaa sangat serius.

Itulah salah satu asbab saya menulis-nulis dalam blog ini. Tentunya harapannya agar ia menjadi bagian dari renungan pemikiran kiranya kita kembali dapat membongkar isi tas perbekalan akherat berupa keyakinan-keyakinan, konsep-konsep kehidupan, dan pandangan-pandangan yang akan membantu kita meluruskan iman dan menggairahkan amal shaleh kita. Selamat bergabung kawan!!!

Minggu, 07 Maret 2010

MAKSUD DAN TUJUAN SEKOLAH


Kembali saya lanjutkan pertanyaan beberapa hari yang lalu, buat apa sekelah. Ketika pertanyaan itu kita ucapkan maka spontan orang-orang akan menjawab :

a. Saya sekolah karena saya mau pintar

b. Saya sekolah karena saya mau mengejar impian saya

c. Saya sekolah karena demi masa depan saya yang bahagia

d. Saya sekolah karena saya mau bekerja

e. Saya sekolah agar saya bisa menjadi orang

f. Saya sekolah agar saya dapat hidup dengans sukses.

g. Saya sekolah saya agar saya memiliki derajat kehormatan, status, dan kewibawaan.

h. Saya sekolah agar saya dapat turut serta membangun kampung saya / negeri saya

i. Saya sekolah agar saya dapat seperti om saya, bapak saya, dan atau orang-orang yang saya idolakan.

So what ? Jadi apa yang salah ? Semua jawaban tersebut sama dengan jawaban sebagian santri-santri atau mahasiswa yang ditanya buat apa sekolah. Saya sendiri waktu masih SD dahulu. Buat apa saya sekolah ? Entah bagaimana awal mulanya saya tertarik mau sekolah. Apakah bersekolah itu telah menjadi tradisi atau suatu keperluan yang memang demikian adanya.

Yang saya ingat bahwa ketika berumur sekitar 6 tahun, yakni pada tahu 1972. Saya melihat teman-teman sebaya masing-masing berangkat ke sekolah. Ada yang bergembira ada pula yang tampak rona wajah yang cemas. Saya melihat orang-orang sekampung saya sekolah. Alangkah gagahnya mereka. Guru-guru di sekolah demikian berwibawa. Mereka demikian terhormat.

Hari-hari pertama saya menginjakkan kaki di pintu gerbang sekolah SD Neg. 42 Waetuwo bergetar hati saya. Dalam benak saya menari-nari harapan saya mau sekolah saya mau pintar. Namur saya tidak tahu apa sesungguhnya dipelajari dalam sekolah itu. Yang saya tahu guru itu baik dan pintar. Sungguh saya termasuk anak yang tidak memiliki angan-angan yang jauh. Ketika itu saya belum tahu sesungguhnya apa yang saya ingin capai dalam sekolah. Saya masih berumur 6 tahun. Boleh jadi hanyalah naluri atau semacam instink yang mendorong saya untuk sekolah.

Semua titah dan tutur guru saya ta’ati saya turuti 100% tanpa bantahan sedikitpun. Bagi saya sekolah adalah tempat menerima segala kebaikan dan kebenaran. Guru-guru adalah sumber dan teladan bagai saya. Mereka sumber ilmu dan teladan akhlak bagi saya. Dari merekalah saya mengenal huruf-huruf a b c d e f..... Dari mereka saya belajar menghitung 1 2 3 4 5 6 dan seterusnya. Dari guru-guru itulah saya belajar perkalian, tambah, bagi, dan perkurangan dalam ilmu berhitung.

Di sekolah itulah kemudian saya belajar bahasa Indonesia, Ilmu tentang Bumi, Ilmu Hewan, Ilmu Alam, Ilmu Hayat, dan Ilmu Sejarah. Juga dari Guru Agamaku Saya belajar Ilmu Agama.

Namun demikian ada pula orang-orang dikampungku menentang sekolah. Kata mereka sekolah boros. Sekolah itu membuat anak-anak menjadi malas membantu orang tua di sawah. Bersekolah itu memperlambat anak-anak jadi dewasa. Sekolah itu mengisi hati anak-anak dengan ajaran-ajaran kultur orang Barat yang menganut paham kebebasan.

Malah ada lagi yang lebih ekstrim. Mereka memplesetkan sekolah itu seperti : SD artinya anak-anak mulai SI ODO ODO = baku intip baku colek laksana binatang kera; SMP artinya anak –anak mulai SIEMPE-EMPE = baku panjat baku peluk; dan SMA artinya remaja mulai SIEMMAU = baku cium; dan KULIAH artinya pemuda dan pemudi lanjut senantiasa baku lihat-lihat tanpa batas yang wajar. Wah ngeri banget kalau membayangkan isi pikiran mereka.

Kalau demikian sesungguhnya apa maksud dan tujuan sekolah ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar