Selamat Bergabung Kawan

Kawan yang Mulia

Kita manusia laksana ibarat penumpang yang sedang berada dalam sebuah Pesawat Terbang Super Canggih bernama "Dunia Air" yang sementara terbang dengan sangat cepat menuju tempat tujuan kita sesungguhnya bernama Kota Akhirat.

Oleh karena itu, mari kembali memeriksa perbekalan yang kita sebelum sampai ke tempat tujuan. Apa-apa yang telah kita persiapkan untuk hidup dan tinggal selama-lamanya di Kota Akhirat.

Ah, Kawan, saya tidak sedang bersenda gurau atau bermain-main. Justru saya sangat serius, yaa sangat serius.

Itulah salah satu asbab saya menulis-nulis dalam blog ini. Tentunya harapannya agar ia menjadi bagian dari renungan pemikiran kiranya kita kembali dapat membongkar isi tas perbekalan akherat berupa keyakinan-keyakinan, konsep-konsep kehidupan, dan pandangan-pandangan yang akan membantu kita meluruskan iman dan menggairahkan amal shaleh kita. Selamat bergabung kawan!!!

Rabu, 17 Maret 2010

Maksud Dan Tujuan Sekolah 2

Din Rahimi

Tentu saja saya bersyukur saya sekolah. Ada banyak pelajaran dan pengalaman saya dapatkan dalam sekolah itu. Sebagaimana saya ungkapkan sebelumnya bahwa lewat sekolah itulah saya belajar membaca, berbahasa -Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Daerah -, dan belajar berhitung. Bahkan lewat sekolah itulah saya diperkenalkan Allah, tuhan semesta alam.

Itulah sebab mengapa setamat SD saya ngotot untuk melanjutkan pendidikanku ke SMP NEG. 3 Watampone. Saya masuk SMP tahun 1978 dan tamat tahun 1981. Di SMP itu bertemu dengan orang orang baru. Yaa guru baru, teman teman baru, pengalaman baru, cara hidup baru, dan juga lingkungan baru.

Kalau dahulu waktu SD, khususnya teman - teman semuanya berasal dari kampung sendiri kalau di SMP teman saya berasal dari banyak daerah di Kab. Bone. Demikian pula guru guru, berasal dari berbagai daerah di Kab. Bone. Kemudian pengalaman baru bertambah sejalan dengan bertambahnya umur. Demikian pula sebagai anak desa tahun 70 an tentu tidak sama dengan jaman sekarang. Dulu tinggal di desa identik dengan kegelapan di malam hari karena belum ada lampu listrik. Jalanan desa berlobang dan berbatu. Berkomunikasi dengan telpon identik dengan cara hidup orang kota. Pokoknya hidup di kota banyak berbeda dengan hidup desa. Orang kota tampaknya lebih bersih tubuhnya, lebih baik pakaiannya, rumahnya, dan lebih gaya bicaranya.

Orang kota tidak perlu menggembala sapi, tidak usah ke sawah untuk tanam padi, dan tidak usah juga turun ke hutan bakau untuk tangkap kepiting. Kalau mereka mau memenuhi kebutuhannya cukup mereka ke pasar. Entah apa kerja orang kota mereka memiliki banyak duit. Mereka ada banyak punya mobil, punya rumah mewah, dan perelengkapan hidup lainnya.

Demikianlah sekelumit pengalaman baru ketika saya lanjut SMP di kota watampone, menjumpai hal hal baru tadi.

Lingkungan baru dirasakan ketika belajar dengan kawan - kawan baru di dalam kelas. Cara belajarpun berbeda, kalau di sd kita kenal guru kelas. Dialah yang mengajarkan semua mata pelajaran, kecuali mata pelajaran agama dan seni. Di smp berbeda setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru mata pelajaran. Kalau ada 10 mata pelajaran maka ada sepuluh guru mata pelajaran. Mereka bergantian masuk ke dalam kelas sesuai dengan mata pelajaran yang diasuhnya.

Saya menempuh pendidikan SMP Neg. 3 tahun lamanya. Apa yang saya peroleh selama menempuh pendidikan di SMP? Paling tidak ada kategori yang saya dapatkan , pertama pendidikan luar sekolah dan kedua pendidikan dalam sekolah. Pendidikan luar sekolah yang saya maksudkan adalah pertumbuhan dan kepribadian dan karakter sebagai respon terhadap pengalaman hidup yang diperoleh karena sekolah itu. Misalnya, Saya mesti bersabar menempuh perjalanan kurang lebih 13 km pulang balik dengan memakai sepeda besar dengan jalanan yang kurang mulus, khususnya sebelum tiba di kota. Saya mesti tegar kalau sering- sering jalan kaki di malam hari sepulang dari sekolah bila tidak ada lagi kendaraan umum atau pribadi ke kampung, baik berupa angkot /angdes, dokar, motor, dan sepeda. Besambung.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar