Selamat Bergabung Kawan

Kawan yang Mulia

Kita manusia laksana ibarat penumpang yang sedang berada dalam sebuah Pesawat Terbang Super Canggih bernama "Dunia Air" yang sementara terbang dengan sangat cepat menuju tempat tujuan kita sesungguhnya bernama Kota Akhirat.

Oleh karena itu, mari kembali memeriksa perbekalan yang kita sebelum sampai ke tempat tujuan. Apa-apa yang telah kita persiapkan untuk hidup dan tinggal selama-lamanya di Kota Akhirat.

Ah, Kawan, saya tidak sedang bersenda gurau atau bermain-main. Justru saya sangat serius, yaa sangat serius.

Itulah salah satu asbab saya menulis-nulis dalam blog ini. Tentunya harapannya agar ia menjadi bagian dari renungan pemikiran kiranya kita kembali dapat membongkar isi tas perbekalan akherat berupa keyakinan-keyakinan, konsep-konsep kehidupan, dan pandangan-pandangan yang akan membantu kita meluruskan iman dan menggairahkan amal shaleh kita. Selamat bergabung kawan!!!

Selasa, 17 Februari 2009

Makna Salam dan Kemajuan Bangsa

Drs. Takuddin

Ketika saya kuliah pada Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Inggeris di Universitas Hasanuddin tahun 80an saya pernah mendengarkan penjelasana salah satu dosen saya mengenai beberapa contoh ugkapa salam dari beberapa bangsa. Dosen saya mengatakan bahwa kata sapaan salam ketika seorang bertemu dengan yang lainnya ternyata berbeda dari bangsa ang satu dengan bangsa lain. Ungkapan salam itu ternyata pula amat berpengaruh terhadap karakter dan kultur bangsa tersebut. Lalu pada akhirnya karakter dan kultur bangsa itu akan membentuk watak bangsa tersebut, apakah dia bangsa yang maju atau tidak.
Coba perhatikan lanjut dosen saya itu. Apa yang dikatakan oleh orang Jepang kalau bertemu dengan kawannya. Mereka akan mengatakan : "Bagaiamana, ada perkembangan, ada perubahan?" Coba lihat orang Jepang itu selalu saja menanyakan perkembangan yang terjadi pada setiap kawan mereka ? Mereka memiliki karakter dan kultur belajar, kreatif, kerja keras, dan harga diri. Sehingga kita tidak heran kalau mereka maju seperti sekarang. Teknologi dan pengetahuan berkembang di sana. Demikian banyak produk Jepang bertebaran di negara kita, mulai dari mobil, alat elektronik, dan sampai kepada barang-barang lainnya. Konon ketika Jepang telah di bom oleh Amerika tahun 40 an maka yang pertama ditanyakan adalah masih adakah guru yang hidup. Jepang memiliki kultur belajar yang kuat dengan prinsip "Ambil yang baik, buang yang buruk dan ciptakan yang baru.
Lalu sekarang coba dengarkan apa kata orang cina kalau ketemu. Mereka akan mengatakan : "Sudahkah anda makan?" Mari kita ambil sisi baiknya, orang cina di negeri kita menguasai sistim perdagangan kita. Mereka pekerja dan pedagang yang ulet. Salah satu diantaranya karena mereka memiliki karakter untuk hidup sejahtera.
Dengar pula sapaan orang Eropa kalau ketemu, mereka akan mengatakan : "Apa khabar?" Mereka menanyakan kabar kesehatan. Mengapa dengan sehat mereka akan sanggup bekerja keras untuk menata dunia ini. Dengan semangat kapitalisme dan imperalisme mereka bangsa Eropa dan juga Amerika menguasai tata kelola global. Terlepas baik buruknya mentalitas mereka, kita telah menjadi bangsa yang selalu saja baru berkembang. Sebuah istilah halus dari negara terbelakang.
Mendengarkan uraian dosen saya, maka saya pikir ada benarnya uraian tersebut. Saya pikir bahwa warisan kultur bangsa kita adalah memiliki kultur yang maju. Mari kita gali dan kembangkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar