Selamat Bergabung Kawan

Kawan yang Mulia

Kita manusia laksana ibarat penumpang yang sedang berada dalam sebuah Pesawat Terbang Super Canggih bernama "Dunia Air" yang sementara terbang dengan sangat cepat menuju tempat tujuan kita sesungguhnya bernama Kota Akhirat.

Oleh karena itu, mari kembali memeriksa perbekalan yang kita sebelum sampai ke tempat tujuan. Apa-apa yang telah kita persiapkan untuk hidup dan tinggal selama-lamanya di Kota Akhirat.

Ah, Kawan, saya tidak sedang bersenda gurau atau bermain-main. Justru saya sangat serius, yaa sangat serius.

Itulah salah satu asbab saya menulis-nulis dalam blog ini. Tentunya harapannya agar ia menjadi bagian dari renungan pemikiran kiranya kita kembali dapat membongkar isi tas perbekalan akherat berupa keyakinan-keyakinan, konsep-konsep kehidupan, dan pandangan-pandangan yang akan membantu kita meluruskan iman dan menggairahkan amal shaleh kita. Selamat bergabung kawan!!!

Selasa, 17 Februari 2009

Apa Khabar Kawan

Abu Rayhan Al-Biruni


Satu hari saya bertemu dengan kawan lama saya. Sebagaimana biasanya saya menyapanya dengan ungkapan :"Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." Dia menjawab salam saya dengan damai dan tenang. Kemudian sebagaimana biasanya pula saya lanjutkan dengan sapaan :" Apa khabar?" Diapun menjawab :"Baik." Saya pun terus tanya bagaimana khabar ekonomi. politik, ibadah, dan rumah tangga?" Sambil senyum-senyum dia mengatakan kalau khabar ekonomi yaa senin-kamislah. Harap maklum kita ini PNS tingkat rendahlah. Gaji kita serba pas-pasan. Wah hebat itu, bagus itu. Kata saya. Diapun menimpali, bagus apaan ? Ya, mau makan pas ada, mau minum pas ada, mau beli mobil juga pas ada, dan bahkan mau naik haji pas ada. Nyeleneh kamu. Ndak, maksud saya itu. gaji saya hanya pas untuk makan minum sebulan dan sedikit untuk biaya sekolah anak-anak. Yaa kadang pula kurang jadi ngutang dulu di warung depan rumah.
Terus bagaimana dengan kabar politik ? Oh itu politik. Kita kan PNS yaa netralah. Bukan maksud saya gimana pandanganmu dengan suasana politik sekarang ini. Yaa saya hanya bisa berdo'a mudah-mudahan nanti para anggota DPR/DPRD /DPD sungguh dapat dipercaya dan diandalkan untuk mewakili rakyat di legeslatif demi keadilan dan kesejahteraan rakyat banyak.
Jangan seperti yang sudah-sudah, mereka itu justru bikin sibuk saja para jaksa da hakim. Eh kawan apa maksudmu ? Lha ia toh. Mereka itu kan sebagian korupsi, yaa sibuklah para hakim mengadili mereka. Oh gitu lho bang maksudnya.
Terus gimana kabar ibadahnya. Yaa baik-baik saja. Saya ini gini-gini masih shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan. Cuma yaa saya belum bisa tunaikan rukun Islam ketiga yaitu zakat dan rukun Islam yang kelima yaitu Naik Haji.
Mendengarkan ulasan kawan saya itu ya sebut saja namaya La Baco (samaran) hatiku jadi teriris dan mapesse (pedis) . Somoga saja para anggota DPR/DPRD/ DPD/ MPR / Pemerintah dan yang terkait dapat mewakili menjalankan tugasnya dengan benar dan baik sehingga perilaku korupsi dapat dihentikan. Sebab perilaku ini sungguh sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan melebihi kejahatan bajak laut dan teroris. Mereka dapat membunuh sebuah bangsa menjadi bangsa yang kerdil dan tak memiliki martabat lagi.
Apa khabar kawan ? Bila besok lusa kita bertemu kuharapa jawabanmu membuatku tersenyum bahagia seperti cerita dalam dongeng-dongeng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar